9/20/2020

Senandika

Sebuah lukisan yang mulanya niskala, 
beranjak genap oleh kelindan peristiwa
Menyulut seharsa renjana, 
dirinya pernah ada dalam bingkai sejarah

Kidung itu pernah kita nyanyikan bersama
Lantas mengudara, 
terbang menuju payoda
Menyisakan kita yang terperai, 
terlunta-lunta dalam ruang hampa

Tak apa, 
setidaknya kita pernah bersama
Merangkul dan dirangkul asa, 
berdua mencipta mahligai rasa

Setidaknya dirinya nyata, 
meski terlampau rumit untuk kembali dijamah
Hanya pada hujan kuberani bercerita
Pada dersik angin kutitipkan salam rindu

Untukmu, 
yang kini terpisahkan oleh cakrawala

Surabaya, 20 September 2020
-Amira Herlambang✨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar