jatuh membentur permukaan air
setitik riak memercik
hinggap di ujung sepatuku
Lama ku pandang
selembar kertas itu perlahan hilang
beranjak pergi mengikuti takdirnya
terhanyut, hilang, entah kemana
Kalbu berbisik
mengucap perpisahan terasa kian pelik
biarlah, tak ingin lagi ku melihatnya
hanya membuat sesak, membelenggu jiwa
Kurelakan sepotong kertas itu pergi
menyimpul takdirnya sendiri
bibir menguntai kalimat perpisahan tanpa sajak
sepotong surat cintaku telah lelap tak berjejak
-nai✨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar