Sebuah lukisan yang mulanya niskala,
beranjak genap oleh kelindan peristiwa
Menyulut seharsa renjana,
dirinya pernah ada dalam bingkai sejarah
Kidung itu pernah kita nyanyikan bersama
Lantas mengudara,
terbang menuju payoda
Menyisakan kita yang terperai,
terlunta-lunta dalam ruang hampa
Tak apa,
setidaknya kita pernah bersama
Merangkul dan dirangkul asa,
berdua mencipta mahligai rasa
Setidaknya dirinya nyata,
meski terlampau rumit untuk kembali dijamah
Hanya pada hujan kuberani bercerita
Pada dersik angin kutitipkan salam rindu
Untukmu,
yang kini terpisahkan oleh cakrawala
Surabaya, 20 September 2020
-Amira Herlambang✨